.

Saturday, July 12, 2014

Semester I 2014 Pertumbuhan Industri Migas Meningkat

Jakarta (Antara) - Pertumbuhan industri minyak dan gas meningkat sejak diberlakukannya UU Migas 22 Tahun 2001, kata Sekretaris SKK Migas Gde Pradnyana.

"Sejak pemberlakuan UU Migas tersebut jumlah Wilayah Kerja (WK) telah mencapai 321 dari yang tadinya hanya sekitar 107 WK pada 2001," kata Gde di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, dari 321 WK itu sebanyak 80-nya adalah WK Eksploitasi yang terbagi kepada 58 WK produksi dan 22 WK pengembangan. Sementara itu sisanya 241 adalah WK eksplorasi.

Pertumbuhan pesat itu, kata Gde, diharapkan mampu berkembang lagi menilik besarnya cadangan migas di seantero Indonesia.

Setidaknya diperkirakan terdapat cadangan minyak bumi di Indonesia sebanyak 7.389, 58 MMSTB dengan terbagi 3.462,00 MMTB telah terlacak, sedangkan sisa potensinya 3.927,58 MMTB.

Sementara itu, total cadangan gas diperkirakan total sebesar 149,98 TSCF dengan terbagi jumlah terlacak 99,77 TSCF dan sisa potensinya 50,21 TSCF.

"Dengan banyaknya cadangan itu membuat investor tetap melirik migas Indonesia meski mereka mengetahui sejumlah resiko menanamkan modalnya di sektor migas, seperti adanya ketidakpastian hasil dari eksplorasi. Artinya dari eksplorasi sumur migas belum tentu sumur yang ditemukan itu produktif tapi sebaliknya kering."

"Biarpun begitu, menurut pandangan kami tidak ada istilah eksplorasi gagal karena hanya mendapatkan sumur migas kering. Dengan kata lain, eksplorasi itu tidak pernah gagal karena dari kegiatan itu kami memperoleh data biosfer suatu wilayah. Data tersebut jadi milik negara, apapun hasilnya," katanya.

Gde mengatakan terdapat sejumlah ladang minyak dengan produksi yang besar sewperti di Cepu, Minas dan Duri. Secara umum, kata dia, produksi rata-rata harian minyak nasional saat ini 790 barel per hari (bph).

"Maka dari itu, 60 barel-pun dari potensi minyak di suatu lokasi kita korek betul-betul (perjuangkan). Produksi itu untuk pengumpulan minyak dan mengantisipasi kemungkinan kehilangan cadangan minyak yang lebih besar. Misalnya saja jika kita sampai kehilangan dua ribu barel karena gangguan-gangguan keamanan yang bisa saja terjadi di lokasi eksplorasi dan eksploitasi," katanya. (ar)


Selengkapnya

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►