.

Saturday, July 5, 2014

Persatuan Tunanetra Indonesia kritik visi-misi capres-cawapres

MERDEKA.COM. Humas Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Mareta Maha mengatakan pihaknya sedang menggagas sebuah Undang-Undang disabilitas. Dia juga mengkritik pemerintah yang hanya berjanji memperhatikan kaum disabilitas namun tidak ada tindakan nyata.

"Di Indonesia, kita memiliki jumlah resmi mengenai jumlah disabilitas. Kami sedang menggagas UU disabilitas dan itu murni dari inisiasi kaum disabilitas sendiri. Yang ingin kami tekankan pemerintah jangan hanya berslogan," katanya saat konferensi pers bertajuk Menelaah Peran dan Posisi Organisasi Masyarakat Sipil Paska Pilpres 9 Juli 2014 (Mengupas Visi Misi Calon Presiden dalam Penguatan OMS) di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (3/7).

Mareta menambahkan pemerintah tidak menghargai penyandang disabilitas. Sebab setiap membuat suatu acara yang mengundang semua Kementerian, yang hadir bukanlah pejabat penting.

"Pemerintah masih belum mengerti apa itu disabilitas. Ketika kami mengadakan kegiatan, semua Kementerian diundang, namun yang hadir hanya staf biasa. bukan decision maker," imbuhnya.

Mareta berharap siapapun pemerintah selanjutnya antara pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, dia berharap mereka yang terpilih dapat mengedepankan isu disabilitas. "Sebabnya kami berharap pemerintah yang akan datang harus peduli atau mengedepankan isu disabilitas," ujarnya.

Sementara Staf Dompet Dhuafa, Arief Rahmadi menilai kedua calon pasangan capres-cawapres tidak mempunyai visi-misi yang mengedepankan masalah sosial. Menurutnya, salah satunya isu soal zakat untuk rakyat miskin.

"Di komunitas zakat melihat kedua calon (capres-cawapres) tidak mengedepankan masalah sosial. ada restriksi ketat," katanya.

Arief menambahkan dalam riset yang dilakukan pihaknya, tahun 2012 yang lalu Dompet Dhuafa pernah mengumpulkan dana bantuan sebesar Rp 1 miliar dan itu mampu membantu mengurangi kemiskinan sebanyak 21 persen. "Dalam riset kami, peran lembaga zakat sangat besar ketika tahun 2012 terkumpul dana Rp 1 miliar mampu mengentaskan kemiskinan 21 persen. Ini bukti nyata namun direstriksi pemerintah dan cenderung dimatikan," imbuhnya.

Topik hangat hari ini:
PKS targetkan masuk tiga besar pada Pemilu 2014
Survei: Total suara PKB, PAN, dan PPP tak sampai 8 persen
Demokrat merosot jadi partai menengah, dipilih 5,9 persen
Taufiq Kiemas ingatkan parpol untuk lakukan regenerasi
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com

Selengkapnya

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►