.

Friday, July 4, 2014

Komisi II DPR: MK merusak kebhinekaan Indonesia

MERDEKA.COM. Wakil Ketua Komisi II DPR, Arif Wibowo heran dengan keputusan MK soal Pilpres 2014 berlangsung satu putaran. Apalagi, pasal yang mengatur tentang syarat minimal capres terpilih adalah 50 plus satu di 17 provinsi dengan minimal 20 persen suara dibatalkan.

Menurut politikus PDIP ini, MK tidak boleh mengubah konstitusi. Dia melihat keputusan MK justru melanggar konstitusi.

"Bunuh diri MK. MK boleh saja atas satu mazab bentuk hukum baru tapi mengubah konstitusi enggak boleh," kata Arif di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/7).

Menurut Arif, MK gegabah dalam mengambil keputusan tersebut. MK justru memporak-porandakan ketatanegaraan.

"Memporak-porandakan ketatanegaraan, MK boleh menafsirkan apakah undang-undang yang diajukan bertentangan atau tidak," katanya.

Dia justru melihat keputusan MK yang menghapus syarat sebaran suara 20 persen di lebih dari separuh jumlah total provinsi di Indonesia akan merusak kebhinekaan.

"Legitimasi jadi hancur. Kebhinekaan telah dirusak MK kalau begini caranya," pungkasnya.

Topik hangat hari ini:
Bank Mandiri tetap waspada setelah putusan MK
Nilai persidangan cacat prosedur, Tajul Muluk mengadu ke MK
Terancam dibubarkan, LAZ gugat UU Pengelolaan Zakat ke MK
MK: Pemeriksaan kepala daerah tak harus izin presiden
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com

Selengkapnya

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►