.

Friday, July 11, 2014

Begini Kerja Sistem Pertahanan 'Iron Dome' Israel

TEMPO.CO, Jakarta - Sistem pertahanan Iron Dome dioperasikan Israel dalam konflik berdarah terbaru mereka dengan Hamas. Sistem ini merupakan sistem pertahanan anti-rudal untuk mencegat roket Hamas yang menarget Tel Aviv dan Yerusalem, dua kota terbesar Israel.

Seperti yang terlihat dalam rekaman video yang diambil oleh ABC News, Iron Dome 'menangkal' rudal udara dalam hitungan detik. Rudah meledak di udara sebelum mencapai sasaran.

Menurut CNN, sistem ini bekerja dengan pertama-tama mengidentifikasi rudal masuk dan kemudian menentukan apakah jangkauan dan arah mereka mengancam daerah padat penduduk, seperti sebuah kota. Jika rudal yang masuk dianggap merupakan ancaman, maka operator Iron Dome meluncurkan kontra-rudal. Rudal ini akan menghancurkan rudal musuh di udara.

Departemen Pertahanan Israel (IDF) mengatakan sistem ini telah mencegat 56 roket yang ditembakkan dari Gaza dengan sasaran  Yerusalem, Tel Aviv, Asdod, Askelon, Kiryat Gat, dan di tempat lain. Lebih dari 250 roket telah ditembakkan dari Gaza, kata IDF.

Menurut mereka, Israel menggunakan sistem Iron Dome hanya terhadap roket yang meluncur ke daerah-daerah berpenduduk. Jika tampaknya menuju sebuah lapangan kosong, Iron Dome tidak mengaktifkan. "Sistem ini merupakan inti dari strategi pertahanan Israel," tulis CNN.

Ada dua pekerjaan utama sistem ini. Pertama, mengidentifikasi target. Kedua, peluncur rudal portabel akan menembakkan anti-rudal untuk meledkkan rudal Hamas di udara. Sistem ini mudah diangkut, dengan hanya beberapa jam saja untuk merelokasi dan mengaturnya.

Rudal Iron Dome memiliki panjang 3 - 10 meter dengan diameter 15 cm dan berat 90 kilogram, tulis analisis keamanan IHS Jane mengatakan pada tahun 2012. Hulu ledak diyakini membawa 11 - 24 kilogram bahan peledak. Jangkauan adalah dari 4 kilometer sampai 70 kilometer.

Israel mulai mengembangkan sistem ini pada tahun 2007. Setelah serangkaian tes penerbangan pada tahun 2008 dan 2009, alat ini pertama dioperasikan pada tahun 2011. Angkatan Udara Israel melaporkan tingkat keberhasilan 70 persen pada tahun 2011, kata IHS Jane.

Apakah Amerika Serikat terlibat dalam Iron Dome? Ya, tulis ABC News. Betul, pengembangan awalnya dilakukan oleh perusahaan teknologi pertahanan Israel Rafael. Tetapi sistem  ini disponsori oleh AS. Pada tahun 2014, negara didaya itu memberikan US$ 235 juta untuk penelitian Iron Dome, termasuk pengembangan dan produksi, menurut Congressional Research Service.

Pembuatan satu unit Iron Dome menelan biaya US$ 50 juta, kata IHS Jane. Sebuah rudal harganya US$ 62 ribu, kata para pejabat Israel.

"Ini adalah program yang yang dirancang untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi keluarga Israel," kata Presiden AS, Barack Obama mengomentari alat ini. Negara-negara lain telah menyatakan minatnya untuk membeli sistem ini, termasuk Amerika Serikat, Korea Selatan dan beberapa negara anggota NATO di Eropa, The Jerusalem Post melaporkan.

ABC NEWS | CNN | INDAH P


Selengkapnya

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►