.

Thursday, June 12, 2014

Warga Pangukan ultimatum Bupati Sleman robohkan bangunan gereja

MERDEKA.COM. Menyusul pengerusakan bangunan rumah milik pendeta Niko Lomboan yang digunakan untuk ibadah, warga Pangukan memberikan ultimatum kepada pemerintah Kabupaten Sleman untuk merobohkan bangunan tersebut dalam waktu satu bulan. Menurut Bupati Sleman, Sri Purnomo, jika ultimatum tersebut tidak dipenuhi, warga akan membongkar sendiri bangunan tersebut.

"Warga memberikan ultimatum untuk merobohkan bangunan rumah milik Niko ini yang sedang kita hadapi bagaimana menyelesaikannya," kata Sri Purnomo saat berdialog dengan dirjen kesbangpol, Tanri Bali Lamo, Selasa (10/06).

Menurutnya, ultimatum tersebut muncul lantaran warga merasa pendeta Niko sudah menyalahi putusan pengadilan yang menjatuhkan sanksi tidak boleh menggunakan bangunan rumah untuk kegiatan ibadah.

"Izin itukan keluar untuk tempat tinggal, bukan untuk gereja, ketika kami minta untuk melengkapi izin gereja, tidak lengkap jadi saya tolak. Setelah itu pada tahun 2013 sudah diputuskan pengadilan, ternyata masih juga digunakan," lanjutnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya pengerusakan kembali, Sri Purnomo sudah memerintahkan satpol PP untuk menutup bangunan rumah Niko dengan menggunakan seng. Selain itu pihak pemkab juga sudah mengadakan pertemuan dengan FKUB untuk meredam umat supaya tidak melakukan tindakan yang di luar kendali.

"Kami sudah pagari dengan seng dan juga sudah mengadakan rapat dengan FKUB untuk meredam, supaya tidak muncul gejolak," pungkasnya.

Topik hangat hari ini:
Sore ini, Ahok buka Pekan Raya Jakarta Monas
Lima cara bejat bayar uang pendidikan
Debat sesi pertama Prabowo vs Jokowi siapa yang unggul?
Ini kata Rektor Unpad soal mahasiswinya yang ngaku diperkosa
Minum segelas red wine agar tidak mudah lupa

Sumber: Merdeka.com

Selengkapnya

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►