.

Thursday, June 12, 2014

Primagain Learning, perangkat lunak pendidikan karya finalis “Google Apps Developer Challenge 2012”

Google apps for education Google Apps merupakan serangkaian aplikasi komunikasi dan kolaborasi untuk menunjang produktivitas baik bisnis, kepemerintahan, maupun pendidikan. Google Apps juga memiliki aplikasi khusus untuk pendidikan yang disebut Google Apps for Education (GAFE). Mengetahui hal tersebut, startup pendidikan yang berbasis di Bandung yaitu Primagain memanfaatkannya sebagai lahan bisnis.

Dirintis sejak tahun 2009 oleh Pepen S. Diatna, Primagain merupakan startup yang bergerak dalam pengembangan perangkat lunak khususnya untuk kebutuhan pendidikan. Primagain juga sempat menjadi finalis tingkat Asia Tenggara pada ajang “Google Apps Developer Challenge 2012”. Salah satu produk Primagain yang terintegrasi dengan GAFE yaitu “Primagain Learning”, sebuah sistem informasi manajemen pendidikan yang sering disebut sistem informasi akademik. Aplikasi ini membantu menciptakan proses belajar-mengajar yang memudahkan pelayanan terhadap siswa mulai dari proses seleksi hingga menjadi alumni.

Beberapa contoh penggunaan aplikasi Primagain Learning ialah semua materi bimbingan skripsi bisa disinkronkan pada aplikasi Google Drive sehingga memudahkan dosen pembimbing skripsi untuk mengaksesnya pada fitur “Files”. Sementara jadwal bimbingan skripsinya itu sendiri akan disinkronkan pada aplikasi Google Calendar mahasiswa dan dosen pembimbing tersebut pada fitur “Meetup” (screenshot ada di bawah).

Semua data tersebut dapat diakses secara online oleh pihak dosen dan mahasiswa yang bersangkutan karena disimpan di cloud. Hal ini tentu memudahkan kedua belah pihak untuk mencatat kemajuan setiap bab skripsi yang sedang dikerjakan karena semuanya terekam hingga masa sidang yang telah dijadwalkan.

Screenshot Primagain Learning

Selain itu, dengan menggunakan produk Primagain Learning, semua materi kuliah telah disinkronkan pada aplikasi Google Drive sehingga memudahkan mahasiswa untuk mengaksesnya. Jadwal kuliah pun otomatis akan disinkronkan pada aplikasi Google Calendar semua mahasiswa dan dosen (screenshot ada di bawah). Untuk sementara ini, produk Primagain masih diterapkan dengan cara di-install pada server milik klien atau berbentuk on-premise.

Screenshot Materi Kuliah Screenshot materi kuliah Primagain Learning

Screenshot jadwal mata kuliah Screenshot jadwal mata kuliah Primagain Learning

Model bisnis Primagain yaitu memberikan jasa konsultasi pengembangan dan/atau implementasi perangkat lunak secara B2B (Business to Business) serta menjual software pendidikan yang telah terintegrasi dengan GAFE. Primagain juga sejak pertengahan 2012 menjadi salah satu partner lokal Google untuk membantu beberapa kampus di Indonesia dalam mengimplementasikan GAFE sebagai solusi untuk komunikasi dan kolaborasi antar civitas akademik.

Saat ini Primagain sedang menyusun layanan perangkat lunak versi SaaS (Software as a Service) untuk pasar edukasi. Pepen menjelaskan bahwa produk Primagain yang versi SaaS nanti berbeda dengan versi on-premise yang sekarang. Perbedaan versi SaaS nanti terletak pada fiturnya yang hanya sebagian dari versi on-premise, bukannya men-SaaS-kan yang saat ini sudah on-premise. Sayangnya, Primagain enggan menyebutkan revenue yang didapatkan.

Pemilihan Google Apps sebagai platform untuk pembuatan produk-produk Primagain lebih karena faktor ketidaksengajaan. Pada akhir tahun 2009, SBM ITB meminta bantuan kepada Primagain untuk mengimplementasikan GAFE di kampus mereka. Sebelum proyek itu, Primagain memang pernah membantu SBM ITB untuk membuat sistem informasi akademik. Saat diminta untuk mengimplementasikan GAFE, Pepen beserta tim mendadak harus mempelajari platform tersebut secara cepat, salah satunya dari website yang sudah disediakan Google. Setelah Primagain mengkaji GAFE lebih mendalam, mereka akhirnya menemukan berbagai solusi digital yang bisa dikembangkan untuk dunia pendidikan. Itulah awal Primagain akhirnya memutuskan untuk mengintegrasikan GAFE dalam produk dan layanan bisnisnya hingga kini.

Di Indonesia pasar GAFE masih terus berkembang dilihat dari belum banyaknya jumlah lembaga pendidikan khususnya kampus yang sudah mengimplementasikan GAFE seperti SBM ITB, UPI, UNPAD, UNPAR, UNNES, UMS, UNS, UIN Bandung, UKSW, UI, UNAIR, IPB, dan beberapa kampus lainnya. Masa depan pasar GAFE cukup besar melihat apa yang telah terjadi di Amerika Serikat dimana pasar GAFE sudah terbilang menjanjikan atau bahkan di Malaysia dimana pemerintah memberikan dukungan besar pada produk Google di ranah pendidikan.

Melihat pertumbuhan yang positif itu, Primagain meyakini bahwa pasar GAFE di Indonesia masih prospektif untuk masa yang akan datang dan mulai memasuki lembaga pendidikan tingkat SD hingga SMA di seluruh Indonesia tahun ini.

(Diedit oleh Enricko Lukman)

(Sumber gambar: Pengguna Flickr Sergio Sanchez)


Selengkapnya

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►