.

Sunday, June 22, 2014

Perang di Media Sosial, Ribuan Akun Robot Bertambah Setiap Hari

JAKARTA, (PRLM).- Ribuan akun robot di media sosial twitter bertambah setiap hari dan semakin banyak pada masa pilpres 2014. Akun yang dibuat dengan teknologi dan bekerja secara teknologi ini sengaja dibuat untuk melakukan retweet, tweet informasi, dll. Dengan begitu, suatu informasi akan terlihat di-retweet ratusan atau ribuan orang.

Hal ini dikemukakan Direktur Indeks Digital Jimmi Kembaren dalam dalam Diskusi Polemik "Perang Media Sosial", di Cikini, Jakarta, Sabtu (21/6/2014).

"Sekarang ada akun robot yang bukan manusia. Ini satu orang bisa punya ratusan robot. Ketika fenomena robot muncul, terjadi percampuran isu otentik dan by desain," kata Jimmi.

Jimmi mengatakan saat ini lebih pada belakangan ada ribuan akun robot bertambah setiap hari, 15.441 akun (16 Juni 2014), 16.571 akun (17 Juni 2014), 23.629 akun (18 Juni 2014), 27.164 akun (19 Juni 2014), dan 5.470 akun (20 Juni 2014).

Dia mencontohkan beberapa akun robot di twitter, quyhaalifyar0mw, chacasantikal7g, achikhairan9wh1, mardianimalaons, ilutuyirupubob, niningbasmaj7ts, bintangghaidap, dll. Akun ini rata-rata melakukan tweet atau retweet tentang capres Prabowo atau Jokowi.

"Media sosial saat ini digunakan menjadi saluran mengirim konten. Topik yang ramai di twitter menjadi topik yang bisa diangkat media konvensional karena topik itu populer. Ini ditangkap kedua tim kampanye capres sehingga isu di twitter kini tidak otentik lagi tetapi sengaja dibuat," kata Jimmi.

Jimmi mendorong agar publik terutama para pengguna media sosial cerdas dalam menggunakan media sosial. Soalnya banyak percakapan yang sebenarnya tidak nyata di twitter apalagi sudah banyak robot yang sengaja dibuat untuk terlibat agar suatu topik seolah dibahas banyak orang.

Bagi para tim media sosial atau simpatisan kedua capres saat ini, Jimmi juga meminta agar penggunaan akun-akun robot dikurangi.

Menurut dia, lebih baik akun twitter atau media sosial lainnya digunakan untuk merebut hati masyarakat daripada dipakai sebagai alat "perang" antarkubu capres di media sosial. (Arie C. Meliala/"PR"/A_88)***

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►