.

Sunday, June 22, 2014

Pemuda Pontianak Ciptakan Minitriller

Pemuda Pontianak Ciptakan Minitriller Pemuda Pontianak Ciptakan Minitriller untuk menggemburkan tanah. (Foto: Ilustrasi Dede Kurniawan/Okezone) SAMARINDA - Masih banyaknya petani yang mengolah lahan pertanian terutama untuk penggemburan tanah menggunakan cangkul maupun alat tradisional lainnya, menggugah Abdul Qohar dan Brusmantio Adilaputro menciptakan minitriller yakni alat penggembur tanah berukuran mini.

Minitriller ini merupakan pengganti traktor yang berfungsi untuk mengolah lahan pertanian yang tidak begitu luas misalnya lahan pekarangan atau kebun di sekitar rumah.

Minitriller menjadi salah satu karya asal Kota Pontianak yang menarik perhatian pengunjung Stan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVI yang digelar di Stadion Sempaja, Samarinda Provinsi Kalimantan Timur mulai 18-23 Juni 2014.

"Alhamdulillah banyak juga yang tertarik dan memesan minitriller selama pameran TTG di sini," ujar Abdul Qohar saat ditemui di Stan Provinsi Kalbar, Samarinda.

Menurutnya, minitriller ini dibuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat terutama peralatan pengolahan lahan pertanian untuk meningkatkan hasil panen yang baik dalam jumlah maupun kualitasnya.

"Alat ini sengaja kita buat sedemikian rupa supaya mudah digunakan dan praktis. Yang tak kalah penting harganya terjangkau oleh masyarakat," tuturnya.

Keunggulan minitriller selain berdimensi kecil, simpel, dan mudah dibawa, perawatan dan suku cadangnya juga mudah. Dengan menggunakan motor penggerak dari mesin potong rumput, minitriller ini didesain layaknya traktor tangan dengan handle berbentuk setang seperti sepeda motor dan dilengkapi tuas gas.

Pada bagian bawahnya terdapat empat mata pisau sebagai alat yang berfungsi menggemburkan tanah. Pengguna hanya tinggal menyalakan mesin dan mengarahkan mesin pada tanah yang akan digemburkan. "Harga satu unit minitriller ini Rp3 juta," ungkap Qohar.

Diakuinya, produksi minitriller ini juga melibatkan siswa-siswa Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Pontianak. Saat ini produksi mini tiller masih terbatas, namun apabila jumlah permintaan semakin banyak, pihaknya akan memproduksi secara massal untuk memenuhi permintaan pasar.

"Kita berharap minitriller ini bisa membantu masyarakat dalam meningkatkan hasil pertaniannya," tukasnya.

Minitriller merupakan pemenang juara pertama lomba TTG Tingkat Kota Pontianak. Selain minitriller, Kota Pontianak juga menampilkan alat perajang buah dan alat penyayat jagung manis pada pameran TTG Nasional XVI di Samarinda.

TTG adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan. (ade)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►