.

Wednesday, June 11, 2014

Pemerintah Jaga Kenaikan Harga Maksimal 5-10 Persen

Jakarta (Antara) - Pemerintah akan menjaga kenaikan harga berbagai bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1435 Hijriah maksimal 5-10 persen.

"Sudah kami laporkan dan tidak akan terjadi kenaikan di luar kebiasaan yaitu 5-10 persen sebelum puasa dan 30 hari sebelum Idul Fitri," kata Menteri Perdagangan M Lutfi di Gedung Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Selasa.

Ia menyebutkan stok semua kebutuhan pokok memadai dan pemerintah berupaya agar tidak terjadi gejolak harga.

"Kami menjaga agar tidak terjadi "rollercoaster" dimana harga naik turun seperti tahun lalu, kami sudah pastikan stok sudah memadai," kata Lutfi.

Ia menjelaskan 30 hari menjelang puasa dan Idul Fitri memang ada kenaikan permintaan barang sehingga harga mengalami kenaikan.

"Kalau kita melihat 30 hari sebelum puasa, kita bisa melihat ada barang barang yang punya tingkat kenaikan yang cukup tinggi yaitu daging ayam, telur ayam, bawang merah dan bawang putih," katanya.

Ia menyebutkan kenaikannya yang tertinggi adalah telur ayam yang naik lebih dari 10 persen dan bawang merah yang lebih dari 15 persen.

"Kalau kenaikan harga daging ayam dan teluar ayam itu memang dirancang Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian supaya tidak terjadi kebangkrutan massal usaha sektor itu," katanya.

Mengenai harga bawang merah, ia mengaku memang tinggi tapi masih di bawah harga referensi yaitu Rp25.700 per kg karena, harga saat ini Rp21.000 - Rp24.000 per kg tergantung lokasi.

"Tetapi stok cukup dan terjadi panen, kami yakin harganya kembali normal menjelang puasa ini," katanya.

Ia menyebutkan saat ini terdapat tiga harga barang utama yang juga turun bahkan jatuh yaitu cabai merah, cabai keriting dan cabai rawit karena sedang panen.

"Mengenai stok kebutuhan pokok secara keseluruhan kami laporkan sudah memadai, kami menjaga agar tidak terjadi roller coaster," tegas Lutfi. (ar)


Selengkapnya

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►