.

Sunday, June 8, 2014

Pemerintah Dorong Pengembangan Bio Industri

Malang – Pemerintah akan mendorong pengembangan sektor pertanian dengan dasar bio industri. Salah satu langkahnya adalah dengan melakukan sosialisasi ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian kepada masyarakat. Hal itu diungkapkan Menteri Pertanian Republik Indonesia Suswono

Menurutnya, apabila ilmu pengetahuan dan teknologi dimanfaatkan dengan optimal oleh petani Indonesia, dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar. "Keuntungan dari bertani nantinya tidak hanya dari buahnya saja,” ucap Suswono ketika memantau persiapan acara Pekan Nasional Petani dan Nelayan ke XIV di Malang, Jawa Timur, Jumat (6/6).

Lebih lanjut dia menjelaskan, salah satu contoh tumbuhan yang dapat dimanfaatkan secara optimal adalah sorbum. Tanaman tersebut, dapat digunakan untuk pangan, pakan ternak, dan bahan bakar nabati.

Pemerintah juga akan memperkenalkan transplanter yang mengadopsi cara tradisional. Yaitu menanam dengan cara berjajar dua dengan jarak 40 centimeter (cm) dan 20 cm. Hal tersebut, merupakan hasil pengembangan teknologi oleh Kementerian Pertanian.

Sistem bertaninya memberikan ruang yang cukup untuk pencahayaan. Melalui cara tersebut, nantinya hasil pertanian akan meningkat sebesar 20 persen dari total produksi pertanian.

"Transplanter akan mengimbangi kekurangan tenaga kerja petani,” ujar Suswono.

Pemerintah juga mengembangkan alat combain harvester. Alat tersebut dapat memperingan biaya produksi bertani. Biasanya, saat panen petani menggunakan tenaga manusia, membutuhkan dana kurang lebih sebesar Rp 2,4 juta untuk setiap satu hektare. Namun, petani hanya butuh dana Rp 700 ribu untuk menyewa combain harvester saat panen.

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►