.

Saturday, June 21, 2014

Metode EMS, Gantikan Latihan Fisik 2 Jam dalam 20 Menit

Jakarta – Di Indonesia, latihan fisik dengan teknologi Electrical Muscle Stimulation (EMS) menggunakan alat Miha Bodytec memang belum cukup populer, meski sudah cukup lama digunakan di dunia medis.

Awal tahun 2014, Bambang Reguna Bukit, atau lebih akrab disapa Bams, membawa lisensi alat ini dari Jerman ke Indonesia.

Tidak seperti latihan fisik yang konvensional, prinsip kerja teknologi ini adalah memberikan stimulasi pada otot melalui pakaian khusus berbentuk rompi yang terhubung langsung ke mesin EMS Miha Bodytec.

Berkat elektroda yang dipasangkan ketat kepada badan, otot dapat distimulasi tepat sasaran dengan beban yang dapat disesuaikan dengan target dan kekuatan pengguna.

"Metode latihan dan stimulasi pada otot ini sangat bergantung pada kebutuhannya, apakah untuk terapi, membentuk otot, atau untuk menurunkan berat badan. Dan setiap latihan 20 menit, itu setara dengan dua jam berlatih di gym," kata Bams kepada Beritasatu.com di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (20/6).

Terkait teknologi stimulasi elektrik di otot yang diklaim memberikan hasil cepat dan cara yang lebih efektif ini, dokter spesialis olahraga Grace Tumbelaka juga memberikan pandangannya.

Walau dikatakan EMS bisa membentuk otot dan menurunkan berat badan secara efektif, namun sebagai dokter spesialis olahraga, ia lebih memilih latihan fisik yang konvensional.

“Kalau saya pribadi tetap beranggapan bahwa latihan kekuatan otot yang klasik, baik itu dinamik maupun isometrik lebih baik dibandingkan hanya memberi stimulasi ke otot menggunakan alat. Karena latihan kekuatan otot yang aktif sudah ada evidence based-nya mampu menguatkan otot, meningkatkan daya tahan otot dan juga daya ledak otot,” paparnya.

Grace menambahkan, bila otot aktif bergerak secara alami, menurutnya itu bukan hanya bisa menguatkan otot, tetapi juga menguatkan tulang.

“Adanya tarikan-tarikan dan tekanan-tekanan dari otot akibat kontraksi otot membuat tulang terpacu untuk memadat. Selain itu dengan latihan otot yang gerakannya sesuai dengan ruang lingkup sendi, maka sendi kita juga akan lebih kuat,” tambahnya lagi.

Bams sendiri mengatakan, teknologi EMS ini memang tidak hadir untuk menggantikan latihan fisik yang sudah ada, melainkan memberikan alternatif latihan dengan hasil yang efektif dan waktu yang lebih efisien. Selain itu, latihan fisik dengan metode ini juga bebas cedera karena tidak ada beban berat kepada tendon dan persendian.

“Daripada latihan berjam-jam di gym, kalau saya lebih memilih menggunakan alat ini. Karena dengan latihan 20 menit saja, manfaat yang didapatkan sama dengan latihan dua jam di gym. Karena alat ini mampu membakar kalori dan lemak lebih cepat dibanding latihan biasa. Setelah latihan, tubuh juga akan berkeringat dan merasakan pegal-pegal di otot seperti latihan pada umumnya,” kata Bams.

Setahun yang lalu, Bams mengaku sempat mengalami cedera pada lututnya akibat benturan saat bermain basket. Setelah dioperasi, ia melanjutkan terapinya dengan EMS untuk mempercepat proses penyembuhan. Dalam waktu dua bulan, cederanya itu berangsur membaik.

"Jadi memang sudah terbukti kalau alat ini sangat baik untuk terapi," imbuhnya.

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►