.

Monday, June 23, 2014

Massa Jokowi-JK Deklarasikan Satgas Anti-Mafia dan <b>Politik</b> Uang

Created on Saturday, 21 June 2014 23:21

Jakarta, GATRAnews - Empat ribu warga DKI Jakarta mendeklarasikan diri sebagai Satuan Tugas (Satgas) Anti-Mafia dan Money Politics, untuk mencegah dan mengawasi terjadinya praktik politik uang dan kecurangan pada pemilihan presiden 9 Juli nanti.

Komarudin Watubun, Komandan Nasional Satgas PDI Perjuangan Cakra Buana, di Jakarta, Sabtu malam (21/6), mengatakan, deklarasi tersebut digelar di perkampungan padat penduduk di Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu siang.

Menurutnya, deklarasi 4 ribu warga DKI Jakarta itu berangkat dari keprihatinan atas masih maraknya praktek kecurangan pileg 2014 kemarin dan besarnya potensi prilaku curang pada pilpres 9 Juli 2014 mendatang yang diawali dengan maraknya kegiatan black campaign yang ditujukan kepada pasangan Jokowi-JK.

"Maka atas nama penegakkan nilai-nilai demokrasi demi terwujudnya pelaksanaan pemilu luber dan jurdil, atas nama warga masyarakat DKI Jakarta merapatkan barisan untuk mendeklarasikan diri sebagai Satgas Anti-Praktek Curang dan Money Politik yang akan mengawal proses berjalannya pemilu presiden dan wakil presiden 2014," tandas Komarudin.

Deklarasi yang diikuti 4 ribu satgas dari perwakilan warga masyarakat yang peduli dan komitmen terhadap terciptanya pemilu yang luber dan jurdil demi terciptanya pemimpin yang lahir dari proses yang benar-benar demokratis berlangsung di pemukiman padat penduduk.

"Deklarasi ini dilaksanakan di Penjaringan, di tengah-tengah pemukiman padat penduduk yang terlaksana berkat gotong royong seluruh warga pendukung Jokowi-JK," ujarnya.

Komarudin mengatakan, deklarasi tersebut sangat positif bagi perkembangan pelaksanaan demokrasi di Indonesia, di mana rakyat kecil sebagai pemilik syah negeri ini, sudah mempunyai kesadaran politik sebagai masyarakat madani.

"Ini juga membuktikan bagaimana saat ini rakyat sudah jenuh pada  prilaku-prilaku tidak bermartabat dari salah satu kandidat dengan maraknya kegiatan black campaign untuk menurunkan elektabilitas Jokowi-JK," tandas Komarudin.

Penulis: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►