.

Sunday, June 8, 2014

KKP Dorong <b>Teknologi</b> Aplikatif Dukung Budidaya Perikanan

Last update: 07 Jun 2014 09:00 WIB Hari ini Pkl. 08:19 WIB - http://mdn.biz.id/n/99310/ - Dibaca: 150 kaliKKP Dorong Teknologi Aplikatif Dukung Budidaya PerikananMedanBisnis - Batam. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong semakin banyak lagi teknologi aplikatif yang ditandai dengan biaya murah dan penggunaannya sederhana guna mendukung budidaya Perikanan Indonesia. "Peningkatan produksi budidaya air tawar yang sangat signifikan ini merupakan hasil dari penggunaan induk dan benih unggul, pakan yang sesuai dan efisien, penerapan teknologi yang aplikatif dan inovatif serta intensifikasi budidaya yang ramah lingkungan," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam keterangan tertulis yang diterima di Batam, Kamis (5/6).

Ia mengingatkan bahwa produksi perikanan budidaya dalam satu dekade terakhir menunjukkan tren yang terus meningkat, utamanya ikan nila, lele dan patin.
Ketiga jenis ikan utama tersebut semakin diandalkan, baik untuk mendukung ketahanan pangan juga sangat berpeluang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan perolehan devisa negara.

Lebih jauh Slamet mengatakan, intensifikasi usaha perikanan budidaya perlu dilaksanakan dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan budidaya agar produksi ikan dapat diperoleh secara berkelanjutan.

"Sebagai contoh adalah, penerapan teknologi intensif budidaya lele yang hemat lahan dan hemat air yang dapat menghasilkan 10 ton ikan dalam luasan kolam 100 meter persegi dalam waktu 2,5 bulan," katanya.

Dirjen Perikanan Budidaya juga mencontohkan produksi patin dengan menggunakan sistem kolam dalam, dengan tinggi air 4 meter dapat menghasilkan 300 ton per hektare dalam waktu 6 bulan dengan tambahan penggunaan kincir.

Sebelumnya, Badan Penelitian dan Pengembangan KKP merekomendasikan 36 paket teknologi yang bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan.
"Kami telah merekomendasikan 36 paket teknologi yang dapat dimanfaatkan para penyuluh perikanan untuk kepentingan masyarakat luas," kata Plt Kepala Balitbang KKP Achmad Poernomo dalam acara pembukaan Press Tour Komunikan yang digelar di Denpasar, Bali, Kamis (29/5).

Dari jumlah paket teknologi tersebut, 30 paket teknologi berasal dari hasil Balitbang KKP, sedangkan enam paket teknologi lainnya berasal dari Unit Pelaksana Teknis Ditjen Perikanan Budidaya.

Ia mengemukakan bahwa "outcome" atau keluaran dari penerapan 36 paket teknologi itu adalah meningkatnya produksi yang dikelola para pelaku usaha. Sedangkan paket teknologi dari Balitbang KKP adalah untuk para penyuluh perikanan itu meliputi budidaya perikanan, penangkapan ikan, dan pengolah hasil perikanan. (ant)

Polling Online - Harian Medan Bisnis BERITA TERKAIT

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►