.

Monday, June 9, 2014

Ini Skema Canggih Eksplorasi Lanjutan Antariksa

VIVAnews - Eksplorasi antariksa telah dilakukan oleh beberapa badan antariksa dunia. Namun, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tak cukup puas dengan teknologi eksplorasi saat ini. Badan itu tengah mendalami 12 proposal eksplorasi hasil dari program NASA Innovative Advanced Concepts (NIAC) 2014.  Program ini bertujuan menemukan alternatif skema eskplorasi antariksa dengan mengembangkan teknologi canggih. Dari 12 skema yang diterima, NASA berharap bisa mendanai dan mewujudkan skema baru itu. Melansir Daily Mail, Sabtu 7 Juni 2014, beberapa pengajuan skema eskplorasi itu mengusung konsep fiksi ilmiah dan ingin mewujudkannya menjadi nyata. Di antara yang menarik dari usulan itu yaitu penggunaan kapal selam untuk menjelajahi danau metana pada Titan, bulan Saturnus sampai skema menangkap asteroid di antariksa dengan sebuah jaring raksasa. "Kami bekerja sama dengan inovator seluruh bangsa guna mengubah masa depan kedirgantaraan. Sementara itu kami juga memfokuskan investasi kami pada tantangan saat ini baik di antariksa maupun Bumi," ujar Michael Gazarik, rekan Administrator Space Technology Mission Directotare NASA, Washington. Disebutkan, kapal selam Titan diproyeksikan mengeksplor kedalaman danau metana terbesar di Titan, Kraken Mare. Kapal selam ini bergerak secara otonom untuk melakukan investigasi ilmiah di bawah permukaan danau itu. Pengajuan skema lain yaitu pengiriman chipset dalam planet atau bulan tertentu. Cara ini menggunakan sebuah sistem chip dalam pesawat antariksa, ChipSats.Pesawat akan melakukan pemetaan gravitasi sebuah planet atau bulan, selanjutnya menyebarkan ChipSat dari orbit dekat dan akhirnya mendaratkan chip tersebut. Skema ini diajukan untuk mengurangi risiko dan waktu eksplorasi. NASA juga tengah mendalami konsep untuk membuktikan es Tata Surya. Caranya yakni mengukur kedalaman es di bulan planet Jupiter di antaranya Europa, Ganymede dan Enceladus. Cara ini mendeteksi es pada bulan itu dengan teknis eksperimental yang diadaptasi dari energi fisika tinggi. Deteksi di kedalaman es kemudian dikirimkan ke sebuah satelit pemancar. Skema lain yang menarik yaitu Heliopause Electrostatic Rapid Transit System (Herts). Cara ini memanfaatkan energi Matahari dengan menggunakan kabel elektrik yang dibiaskan.Dengan pemanfaatan ini, diperkirakan dapat menghasilkan kecepatan lebih dari 700 km per detik. Cukup untuk memasok daya perjalanan dari Matahari ke Neptunus dalam satu tahun. Proposal skema itu akan dipelajari NASA dalam 9 bulan, kemudian badan itu memilih yang terbaik untuk didalami lebih lanjut selama dua tahun. Pada program NIAC tahap I, NASA memberikan beasiswa dana sekitar US$100 ribu bagi para pengusul skema untuk menganalisis studi konsep. Jika studi kelayanan sadar sukses, pengusul bisa mengajukan permohonan tahap II, yang akan disediakan dana sekitar US$500 ribu selama pengembangan dua tahun. (art)

© VIVA.co.id

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►