.

Wednesday, June 11, 2014

Disetujui DPR, tarif listrik resmi naik lagi Juli mendatang

MERDEKA.COM. Komisi VII DPR RI akhirnya menyetujui rencana kenaikan tarif listrik mulai Juli 2014 mendatang. Setelah Menteri ESDM Jero Wacik terus meminta kenaikan tersebut. "Ini pemerintahan baru akan sedikit senang dengan listrik. Jadi kesimpulan kita subsidi listrik jadi Rp 86,84 triliun turun dari Rp 95,35 triliun," ucap Jero menyetujui hasil keputusan rapat di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/6).

Penetapan penurunan subsidi ini berdasarkan nilai tukar Rp 11.700 per dolar. Angka nilai tukar rupiah selanjutnya akan dibahas dengan DPR Komisi XI RI. "Ini dengan catatan asumsi kurs Rp 11.700 per USD," tegas Jero.

Per Juli mendatang akan ada 6 jenis pelanggan yang akan mengalami kenaikan tarif listrik yang berbeda-beda. Pertama adalah industri golongan I-3 non publik atau non Tbk dengan kenaikan rata rata 11,57 persen yang dilakukan setiap dua bulan mulai Juli 2014 mendatang.

Kedua adalah kenaikan tarif listrik rumah tangga golongan R-2 dengan daya 3.500 VA sd 5.500 VA kenaikan bertahap rata rata 5,70 persen. Kemudian yang ketiga adalah kenaikan tarif listrik pemerintah golongan P2 di atas 200 KvA secara bertahap rata rata 5,36 persen setiap dua bulan. Penghematan 3 opsi tersebut mencapai Rp 5,25 triliun. Subsidinya menjadi Rp 90,10 triliun dari awalnya Rp 95,35 triliun."

Jero pun mengusulkan kenaikan tarif listrik rumah tangga dengan golongan R-1 dengan daya 2.200 VA dengan kenaikan rata rata 10,43 persen yang dilakukan setiap dua bulan. Selanjutnya yang kelima adalah rumah tangga golongan R-1 dengan daya 1.300 VA dengan kenaikan rata rata 11,36 persen yang dilakukan setiap dua bulan. Kemudian yang terakhir atau keenam adalah kenaikan tarif listrik penerangan jalan umum secara bertahap sebesar 10,69 persen.

"Kalau semua dari 6 opsi ini maka penghematan akan mencapai Rp 8,51 triliun. Siapapun jadi presiden kedepanya dengan menaikkan ini maka subsidi tidak lagi memberatkan. Ini kita lakukan agar tidak memberatkan pemerintah baru," katanya.

Topik hangat hari ini:
Antropolog Undana: Debat capres masih sebatas retorika belaka
Didampingi anak dan istri, Jokowi sapa pengungsi Sinabung
Sore ini, Ahok buka Pekan Raya Jakarta Monas
Ternyata, ini 5 efek kecanduan kopi bagi pria
Mengenang KH Ahmad Idris Marzuqi, putra kiai yang ahli tasawuf

Sumber: Merdeka.com

Selengkapnya

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►