.

Thursday, November 20, 2014

Baju Gamis Syar'i Anak SMA

Akhirnya, ia membuat kaus kasual untuk remaja dan ibu-ibu muda yang berada di masa transisi, yang mau mengenakan baju gamis tapi merasa belum pantas, tetapi mau memakai kaus ketat pun sudah merasa tidak nyaman. Setelah ...

Dengan model lurus panjang ke bawah, jenis busana ini disebut dengangamis. ... Apalagi semenjak beberapa selebriti ada yang mulai mengenakan busana syar'i ini di layar kaca, para desainer pun mulai melirik peluang bisnis busana ini.

akaian syar'i? Benarbenar bertobat? Aku akan melakukannya, ya, Allah. Dan aku mohon, bimbinglah aku supaya tetap berpegang pada niatku ... Bukan lagi dengan baju pendek, tapi dengan gamis dan jilbab yang menutup dada dan siku.

Maka, mulai saat itu, aku pun belajar untuk baju gamis syar i tanah abang jakarta, supaya aku bisa mendapatkan pasangan hidup yang shalihjuga. ... Untuk mengawalinya,aku mengenakan baju-baju muslimku yang panjang, dan cukuplah untuk menutup tubuhku dengan ... Suatu ketika, ada teman yang memberiku gamisdanjilbab-jilbab besar.

Ada yang baju gamisnya mencapai dada, dan ada pula yang di bawah itu. ... Kaidah Ketujuh, terkadang Syari' (Allah dan Rasul-Nya) menyebut kufur, namun maksudnya bukan kufur akbar yang mengeluarkan pelakunya dari agama dan ...

... BAB 118 : Disunnahkan Memakai Baju Gamis 178 BAB 119 : Gambaran tentang Panjang Baju Gamis, Lengan Baju, ... Memakai Satu Pakaian Tertentu tanpa Adanya Kebutuhan dan Tujuan Syari'at 201 BAB 122: Pengharaman Pakaian ...

Gaul Udah Pasti, Syar'i Harga Mati Fivi Achmad Agung. 5E`DAN6I<AN JlLBAB A'DALAH BAJU LONGGAK YANG MENUTUPI SELUKUH TUBUH PEREMPUAN 'DARI ATAS SAMPAI BAWAH. KALAU 5EKAKAN6. AVA ABAYA DAN GAMIS ...

Ridwan aku belikan buku tafsir Qurtubi . Dan Ihsan karena jurusannyasyari'ah, ia aku belikan buku Fiqih 'Ala Mazahibil Arba'ah. Untuk 'am Hasan aku belikan baju gamis putih dan Ummu Radwa satu stel baju lengkap dengan tunik-tuniknya.

Hal yang disebut terakhir ini mereka simbolkan menjadi senang berbaju putih, terlebih berbaju gamis, berjenggot panjang, ... Bagi yang perempuan, nyunnah ini diwujudkan dalam berjilbab panjang, bermode baju yang sederhana, dan selalu memakai kaus kaki. ... Di kalangan pesantren dikenal tiga jenjang yang harus dicapai oleh seorang muslim yang saleh: jenjang syari'at, jenjang hakikat, dan ...

Di Mesir, di Mahkamah Syar'iyah, ada Undang-Undang khusus yang menyatakan bahwa Qarinah tidak dapat ... Dan seorang saksi dari keluarga wanita memberikan kesaksiannya : Jika baju gamisnya koyak dimuka, maka wanita ini benar ...

Saturday, July 12, 2014

PKS Bantah Data CRC-KNPI yang Menangkan Jokowi-JK

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Koalisi Merah Putih Sulsel membantah hasil penghitungan cepat yang dilansir Celebes Research Center (CRC) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel.

Hasil hitung cepat CRC-KNPI yang dipublikasikan live di Celebes TV, Rabu (9/7/2014), menempatkan Jokowi-JK menang 70,93 persen sementara Prabowo-Hatta 29,07 persen.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulsel, Asriady Arsal menuturkan, sesuai hasil real count Koalisi Merah Putih yang dikoordinir PKS, data CRC-KNPI tak sesuai data internal PKS.

"Jelas sekali keunggulan Prabowo-Hatta secara nasional. Cuma memang ada kesalahan lembaga survei sehingga informasi yang beredar ke tengah masyarakat juga tidak sesuai kenyataan," kata Asriady di DPRD Makassar, Kamis (10/7/2014).

Versi CRC, Prabowo-Hatta hanya unggul di Selayar saja namun data PKS Prabowo-Hatta juga unggul di Jeneponto dengan presentase 50,87 persen dan Jokowi-JK 49,13 persen.

Data PKS berdasarkan formulir C-1 yang dipegang saksi di seluruh TPS di Sulsel. Hasil akhir di Sulsel; Prabowo-Hatta 37,41 persen sementara Jokowi-JK 62,59 persen.

Ketua PKS Sulsel, Akmal Fasluddin menyebutkan, PKS bertanggungjawab data pilpres di seluruh Indonesia.

"Kami sudah siapkan datanya. Sekarang tinggal tugas kita semua mengawal hasil pipres. Alhamdulillah, hasil akhir
nasional berdasarkan data PKS, Prabowo-Hatta menang," tutur Akmal.

Rekap nasional versi PKS, Prabowo-Hatta 52,04 persen dan Jokowi-JK kalah dengan 47,96 persen.(cr1/yud)

Baca Juga:

Partai-partai Berpotensi Pindah Haluan, PDIP Berpeluang Tak Dapat Kursi Ketua DPR

Cyrus Network : Jika Salah, Kami Siap ditelanjangi

Ramai Kicau Soal TVOne karena Tayangan Quick Count-nya 'Memang Beda'


Selengkapnya

Semester I 2014 Pertumbuhan Industri Migas Meningkat

Jakarta (Antara) - Pertumbuhan industri minyak dan gas meningkat sejak diberlakukannya UU Migas 22 Tahun 2001, kata Sekretaris SKK Migas Gde Pradnyana.

"Sejak pemberlakuan UU Migas tersebut jumlah Wilayah Kerja (WK) telah mencapai 321 dari yang tadinya hanya sekitar 107 WK pada 2001," kata Gde di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, dari 321 WK itu sebanyak 80-nya adalah WK Eksploitasi yang terbagi kepada 58 WK produksi dan 22 WK pengembangan. Sementara itu sisanya 241 adalah WK eksplorasi.

Pertumbuhan pesat itu, kata Gde, diharapkan mampu berkembang lagi menilik besarnya cadangan migas di seantero Indonesia.

Setidaknya diperkirakan terdapat cadangan minyak bumi di Indonesia sebanyak 7.389, 58 MMSTB dengan terbagi 3.462,00 MMTB telah terlacak, sedangkan sisa potensinya 3.927,58 MMTB.

Sementara itu, total cadangan gas diperkirakan total sebesar 149,98 TSCF dengan terbagi jumlah terlacak 99,77 TSCF dan sisa potensinya 50,21 TSCF.

"Dengan banyaknya cadangan itu membuat investor tetap melirik migas Indonesia meski mereka mengetahui sejumlah resiko menanamkan modalnya di sektor migas, seperti adanya ketidakpastian hasil dari eksplorasi. Artinya dari eksplorasi sumur migas belum tentu sumur yang ditemukan itu produktif tapi sebaliknya kering."

"Biarpun begitu, menurut pandangan kami tidak ada istilah eksplorasi gagal karena hanya mendapatkan sumur migas kering. Dengan kata lain, eksplorasi itu tidak pernah gagal karena dari kegiatan itu kami memperoleh data biosfer suatu wilayah. Data tersebut jadi milik negara, apapun hasilnya," katanya.

Gde mengatakan terdapat sejumlah ladang minyak dengan produksi yang besar sewperti di Cepu, Minas dan Duri. Secara umum, kata dia, produksi rata-rata harian minyak nasional saat ini 790 barel per hari (bph).

"Maka dari itu, 60 barel-pun dari potensi minyak di suatu lokasi kita korek betul-betul (perjuangkan). Produksi itu untuk pengumpulan minyak dan mengantisipasi kemungkinan kehilangan cadangan minyak yang lebih besar. Misalnya saja jika kita sampai kehilangan dua ribu barel karena gangguan-gangguan keamanan yang bisa saja terjadi di lokasi eksplorasi dan eksploitasi," katanya. (ar)


Selengkapnya

Posting Lama ►
 

Copyright 2013 Info Plus | SEO By Janvinsu